Bukankah,
Banyak yang berharap jawaban dari
seseorang?
Yang sayangnya, yang diharapkan
bahkan tidak mengerti apa pertanyaannya
“Jadi, jawaban apa yang harus
diberikan?”
Bukankah,
Banyak yang menanti penjelasan dari
seseorang?
Yang sayangnya, yang dinanti bahkan
tidak tahu harus menjelaskan apa
Bukankah,
Banyak yang menunggu, menunggu, dan
terus menunggu seseorang
Yang sayangnya, hei, yang ditunggu
bahkan sama sekali merasa tidak punya janji
“Kau menungguku? Sejak kapan?”
Bukankah,
Banyak yang menambatkan harapan
Yang sayangnya seseorang itu bahkan
belum membangun dermaga
“Akan kau tambatkan di mana?”
Bukankah,
Banyak yang menatap dari kejauhan
Yang sayangnya, yang ditatap sibuk
memperhatikan hal lain
Bukankah,
Banyak menulis puisi, sajak-sajak,
surat-surat, tulisan-tulisan
Yang sayangnya, seseorang dalam
tulisan itu bahkan tidak tahu dia sedang jadi tokoh utama
Pun bagaimana akan membacanya
Aduhai, urusan perasaan, sejak dulu
hingga kelak
Sungguh selalu menjadi bunga
kehidupan
Ada yang mekar indah senantiasa
terjaga
Ada yang layu sebelum waktunya
Maka semoga, bagian kita, tidak
hanya mekar terjaga
Tapi juga berakhir bahagia
***
Di dunia ini, banyak orang mencintai
seseorang yang bahkan bicara dengannya langsung lebih dari 5 menit saja pun
belum pernah.
Itulah kenapa urusan perasaan itu disebut 'gila'.
Mungkin itu termasuk kalian, bukan? Diam-diam memendam perasaan. Tapi tidak mengapa. Bersabarlah. Menunggu. Besok lusa, jika tiba waktunya, benar caranya, dan berjodoh, kalian bisa menghabiskan 50 tahun bersamanya.
Maka, biar momen menunggu itu tetap berkualitas, mari di-isi dengan hal2 yang positif. Sibukkan diri dengan aktivitas2 bermanfaat. Terus memperbaiki diri. Nah, kalau ternyata si mister x itu nggak nyadar2 juga ditungguin, malah nyantol ke tempat lain, setidaknya momen menunggunya tidak sia-sia.”
Saat dikau menatap bulan,
Yakinlah kita melihat bulan yg sama,
Mensyukuri banyak hal,
Berterima-kasih atas segalanya,
Terutama atas kesempatan utk saling mengenal,
Esok-pagi, semoga semuanya dimudahkan..
Saat dikau menatap bulan,
Yakinlah kita menatap bulan yang satu,
Percaya atas kekuatan janji2 masa depan,
Keindahan hidup sederhana, berbagi dan bekerjakeras,
Mencintai sekitar dengan tulus dan apa-adanya..
Saat dikau menatap bulan,
Yakinlah kita menatap bulan yang itu,
Semoga yg maha memiliki langit memberikan kesempatan,
Suatu saat nanti, dengan segenap pemahaman baik
Menjaga kehormatan perasaan
Kita menatap bulan,
Dari satu bingkai jendela
Itulah kenapa urusan perasaan itu disebut 'gila'.
Mungkin itu termasuk kalian, bukan? Diam-diam memendam perasaan. Tapi tidak mengapa. Bersabarlah. Menunggu. Besok lusa, jika tiba waktunya, benar caranya, dan berjodoh, kalian bisa menghabiskan 50 tahun bersamanya.
Maka, biar momen menunggu itu tetap berkualitas, mari di-isi dengan hal2 yang positif. Sibukkan diri dengan aktivitas2 bermanfaat. Terus memperbaiki diri. Nah, kalau ternyata si mister x itu nggak nyadar2 juga ditungguin, malah nyantol ke tempat lain, setidaknya momen menunggunya tidak sia-sia.”
Saat dikau menatap bulan,
Yakinlah kita melihat bulan yg sama,
Mensyukuri banyak hal,
Berterima-kasih atas segalanya,
Terutama atas kesempatan utk saling mengenal,
Esok-pagi, semoga semuanya dimudahkan..
Saat dikau menatap bulan,
Yakinlah kita menatap bulan yang satu,
Percaya atas kekuatan janji2 masa depan,
Keindahan hidup sederhana, berbagi dan bekerjakeras,
Mencintai sekitar dengan tulus dan apa-adanya..
Saat dikau menatap bulan,
Yakinlah kita menatap bulan yang itu,
Semoga yg maha memiliki langit memberikan kesempatan,
Suatu saat nanti, dengan segenap pemahaman baik
Menjaga kehormatan perasaan
Kita menatap bulan,
Dari satu bingkai jendela
***
“Wanita
adalah mahkluk kepastian. Sebagian besar dari mereka bisa menunggu dengan sabar
datangnya kepastian tersebut; menunggu, menunggu dan terusss menunggu.
***
"Perasaan yang terpendam juga bisa dibilang do'a, 'kan?" -Moga Bunda Disayang Allah
***
Sepotong Bulan untuk Berdua
Malam ini,
Malam ini,
Malam ini,
No comments:
Post a Comment
Thank you for reading my post :)