Tuesday, 11 February 2014

#Jleb: Dari Tere Liye


Bukankah,
Banyak yang berharap jawaban dari seseorang?
Yang sayangnya, yang diharapkan bahkan tidak mengerti apa pertanyaannya
“Jadi, jawaban apa yang harus diberikan?”

Bukankah,
Banyak yang menanti penjelasan dari seseorang?
Yang sayangnya, yang dinanti bahkan tidak tahu harus menjelaskan apa
“Aduh, penjelasan apa yang harus disampaikan?”
Bukankah,
Banyak yang menunggu, menunggu, dan terus menunggu seseorang
Yang sayangnya, hei, yang ditunggu bahkan sama sekali merasa tidak punya janji
“Kau menungguku? Sejak kapan?”

Bukankah,
Banyak yang menambatkan harapan
Yang sayangnya seseorang itu bahkan belum membangun dermaga
“Akan kau tambatkan di mana?”

Bukankah,
Banyak yang menatap dari kejauhan
Yang sayangnya, yang ditatap sibuk memperhatikan hal lain

Bukankah,
Banyak menulis puisi, sajak-sajak, surat-surat, tulisan-tulisan
Yang sayangnya, seseorang dalam tulisan itu bahkan tidak tahu dia sedang jadi tokoh utama
Pun bagaimana akan membacanya

Aduhai, urusan perasaan, sejak dulu hingga kelak
Sungguh selalu menjadi bunga kehidupan
Ada yang mekar indah senantiasa terjaga
Ada yang layu sebelum waktunya
Maka semoga, bagian kita, tidak hanya mekar terjaga
Tapi juga berakhir bahagia

***
Di dunia ini, banyak orang mencintai seseorang yang bahkan bicara dengannya langsung lebih dari 5 menit saja pun belum pernah.


Itulah kenapa urusan perasaan itu disebut 'gila'.
Mungkin itu termasuk kalian, bukan? Diam-diam memendam perasaan. Tapi tidak mengapa. Bersabarlah. Menunggu. Besok lusa, jika tiba waktunya, benar caranya, dan berjodoh, kalian bisa menghabiskan 50 tahun bersamanya.
Maka, biar momen menunggu itu tetap berkualitas, mari di-isi dengan hal2 yang positif. Sibukkan diri dengan aktivitas2 bermanfaat. Terus memperbaiki diri. Nah, kalau ternyata si mister x itu nggak nyadar2 juga ditungguin, malah nyantol ke tempat lain, setidaknya momen menunggunya tidak sia-sia.”
Saat dikau menatap bulan,
Yakinlah kita melihat bulan yg sama,
Mensyukuri banyak hal,
Berterima-kasih atas segalanya,
Terutama atas kesempatan utk saling mengenal,
Esok-pagi, semoga semuanya dimudahkan..
Saat dikau menatap bulan,
Yakinlah kita menatap bulan yang satu,
Percaya atas kekuatan janji2 masa depan,
Keindahan hidup sederhana, berbagi dan bekerjakeras,
Mencintai sekitar dengan tulus dan apa-adanya..
Saat dikau menatap bulan,
Yakinlah kita menatap bulan yang itu,
Semoga yg maha memiliki langit memberikan kesempatan,
Suatu saat nanti, dengan segenap pemahaman baik
Menjaga kehormatan perasaan
Kita menatap bulan,
Dari satu bingkai jendela

***

“Wanita adalah mahkluk kepastian. Sebagian besar dari mereka bisa menunggu dengan sabar datangnya kepastian tersebut; menunggu, menunggu dan terusss menunggu.

***

"Perasaan yang terpendam juga bisa dibilang do'a, 'kan?" -Moga Bunda Disayang Allah

***
Sepotong Bulan untuk Berdua
Malam ini,
Malam ini,
Malam ini,

No comments:

Post a Comment

Thank you for reading my post :)