Entah kenapa tiba-tiba bayangannya
muncul. Dia memang sudah tidak istimewa lagi di hati ini. Sungguh tidak. Aku
sudah lama menghapusnya dari harapku. Dia yang dulu sangat aku kagumi. Dia yang
pernah setengah mati kusayangi. Dia yang pernah memberikan senyum sekaligus
tangis di hidupku. Aku pernah ketika itu berkhayal tentang masa depan kami.
Betapa indahnya jika kami bisa bersama hingga kelak. Ah, khayalan yang sangat
tinggi, mengingat ketika itu usiaku masih belasan, baru kelas X SMA.
