Thursday, 2 June 2016

Aku Hanya Perlu Didengarkan

listen
“Aku hanya perlu didengarkan”

Apa kamu pernah bermonolog seperti itu? Dalam diam, dalam kesunyian dan kepenatan, kamu berharap ada orang—yang meski hanya satu orang saja—mau mendengarkan kisahmu. Dari hal bahagia yang ingin kamu bagikan hingga keresahanmu. Atau mungkin kamu pernah saat asik mengobrol dengan orang-orang yang kamu anggap sahabat, kamu begitu asik dan bahkan sangat dengan senang hati mendengarkan kisah mereka, namun saat giliranmu ingin bercerita, tidak ada yang ingin mendengarkanmu. Jangankan bercerita panjang lebar, untuk memberikan pendapat singkat saja kamu tidak bisa. Bukan karena kamu tidak memiliki pendapat sehingga kamu tidak bisa berpendapat, namun suaramu kalah nyaring dengan suara mereka. Atau mungkin kamu pernah, di saat semua temanmu diam, kamu ingin sekali bercerita, namun mereka teralu sibuk dengan urusan masing-masing hingga—tanpa sengaja—mengabaikanmu.