Apa kamu pernah bermonolog
seperti itu? Dalam diam, dalam kesunyian dan kepenatan, kamu berharap ada
orang—yang meski hanya satu orang saja—mau mendengarkan kisahmu. Dari hal
bahagia yang ingin kamu bagikan hingga keresahanmu. Atau mungkin kamu pernah
saat asik mengobrol dengan orang-orang yang kamu anggap sahabat, kamu begitu
asik dan bahkan sangat dengan senang hati mendengarkan kisah mereka, namun saat
giliranmu ingin bercerita, tidak ada yang ingin mendengarkanmu. Jangankan
bercerita panjang lebar, untuk memberikan pendapat singkat saja kamu tidak
bisa. Bukan karena kamu tidak memiliki pendapat sehingga kamu tidak bisa
berpendapat, namun suaramu kalah nyaring dengan suara
mereka. Atau mungkin kamu pernah, di saat semua temanmu diam, kamu ingin sekali
bercerita, namun mereka teralu sibuk dengan urusan masing-masing hingga—tanpa
sengaja—mengabaikanmu.
