Dalam sendiri, ku berkhayal. Di Suatu hari tanpa nama, di tempat yang begitu indah, kita
bertemu kembali. Wajahmu masih sama seperti dulu, sendu dengan tatapan sedikit genit,
ciri khasmu. Kulitmu pun tidak berubah, masih putih dan begitu bersih dari
wajah hingga telapak kaki. Iya, aku ingat kamu pernah bilang kalau kamu adalah
keturunan China.
Posturmu? Jangan ditanya. Dulu biasanya aku harus sedikit menengadah ke atas
untuk melihatmu, kali ini, mungkin aku harus lebih menengadah lagi. Bagaimana
tidak, badanmu tinggi menjulang.
Semoga itu bukan sekedar khayalan. Kita akan bertemu lagi. Di suatu hari yang indah. Aamiin.
Dalam sendiri, ku berpikir. Kadang kala, ada saatnya kamu merasa tersisihkan dari sekitarmu.
Bukan karena kamu berbuat salah, lalu mereka menjauhimu. Namun lebih kepada
kamu sendiri yang merasa jauh dari mereka. Sehingga perlahan rasa itu
menguasaimu dan membuatmu semakin jauh dari sekitarmu. Dan pada akhirnya, kamu
sendiri. Sepi.
Dalam sendiri, ku merenung. Kadang kala pula, kita memang membutuhkan SEPI. Karena sepi tidak
selalu buruk. Di dalam sepi ada ketenagan. Di dalam sepi kita dapat melihat
siapa kita. Di dalam sepi, kita dapat merenungi hal-hal lampau. Yang pasti di
dalam sepi ada keindahan bagi orang yang mau berpikir dan mensyukurinya.
Dalam sendiri, ku bertanya. Siapa aku? Mungkin banyak di antara kita yang pernah
menanyakannya. Menanyakan tentang diri kita sendiri. Padahal, yang tahu tentang
diri adalah diri itu sendiri.
Dalam sendiri, (mungkin) juga ada keindahan. :)
No comments:
Post a Comment
Thank you for reading my post :)