
Kemarin, 30 Mei 2012
Di kamar, saat hujan deras.
Banyak hal yang kutakutkan di dunia ini. Salah satunya hujan.
Sebenarnya aku menyukai hujan. Karena, menurutku, saat hujan terasa ada
musik yg bisa membuat tidur menjadi pulas. Aku juga suka gerimis yang
kata orang romantis. Tapi, bukankah gerimis biasanya merupakan suatu
aba-aba untuk hujan yg lebih deras lagi? Nah, itu yg kutakutkan. Aku
takut dengan hujan yg sangat deras, disertai angin kencang, dan
diselingi dengan petir yg bersaut-sautan.
Saat itu terjadi, apalagi di malam hari, aku suka parno. Aku
takut saat aku tidur tiba-tiba terasa basah (baca: banjir). Aku takut
tsunami tiba-tiba datang (apa hubungan tsunami dengan hujan?). Saat main
handphone, tiba-tiba petir memberi kejutan, duarr!, aku takut jadi
gosong karena tersambar (naudzubillah). Dan masih banyak pikiran aneh
lainnya.
Kata guru fisika smpku dulu, Balikpapan merupakan kota petir.
Nah, kalo petirnya guede banget suaranya. Aku kadang bertanya-tanya, "Ya
Allah, apakah engkau sedang marah?". "Kalo emang marah, Engkau marah
sama siapa?". "Apakah kepadaku, karena aku sering melalaikan
perintahmu?". Yeah, mungkin saja Allah marah. Padaku, atau pada orang
lain yg sering melupakan-Nya. Maka, selain menakutkan, hujan juga bisa
dijadikan moment untuk introspeksi diri dan memohon ampunnya. :D
Terlepas dari segala ketakutan, yang utama hujan merupakan
berkah. Berkah bagi petani untuk mengairi sawahnya, dan tentunya berkah
bagi dunia, bagi kita semua. Berkah itu diberikan ALLAH melalui
perantara Malaikat-Nya, Mikail. Hujan merupakan berkah yg tiada tara.
Bayangin, kalo di dunia ini gak pernah ujan seminggu aja. Wah, bisa gila
kegerahan dan kekeringan. Maka, bersyukurlah. Alhamdulillah. :D
No comments:
Post a Comment
Thank you for reading my post :)