Wednesday, 21 May 2014

DIA: Finally.. We Meet

Apa kabar, kamu? Sudah lima tahun berlalu, namun jejakmu pun masih samar kurasakan..


Lagi, aku bermonolog dalam hati. Ya, tiba-tiba kau mengingatnya. Tapi kali ini nggak disertai rasa sesak karena rindu. Aku memang sering begini, tiba-tiba teringat dengan orang-orang yang pernah ada di hidupku. Lalu mendoakan untuk kebahagiaan mereka. Hanya sebatas itu. Seperti saat ini. Aku seperti biasa duduk sendiri di bangku taman kampus, favoritku. Menikmati udara sejuk dari pohon-pohon di sekitar taman. Sambil membaca novel ditemani musik favoritku.

Monday, 19 May 2014

Dia Januari

Ini Januari kedua Januari menghilang tanpa kabar.

Dia Januari – sosok yang segala tentangnya begitu abu-abu. Apa kabar, kamu? Hebat sekali kau, menghilang setelah mengukir rasa di sini, hatiku. Bersembunyi dimana selama ini, hah? Tidak kah kau lelah berlari? Kumohon, berhentilah sejenak. Sejenak saja. Tak apa jika tak menetap disini. Tak apa jika hanya sekadar singgah. Tak apa jika masih sama seperti dulu, tanpa senyum apalagi sapa. Bukankah aku sudah sangat terbiasa dengan sisi gelapmu? Tak apa, cukup kau datang meski hanya semenit, itu sudah melegakan. Asal aku tahu kau baik-baik saja.