Suatu hari, saya berbincang dengan
salah satu sahabat saya. Obrolan kami ketika itu cukup menarik. Tentang menyebutkan
nama seseorang dalam doa kita. Bersimpuh pada-Nya agar dijodohkan dengan dia.
Apa kata sahabatku?
“Kita boleh aja nyebut namanya di doa
kita. Berharap dia jodoh kita. Tapi, apa kita benar-benar telah mengenalnya?
Jangan-jangan dia sifatnya jelek. Lalu Allah mengabulkan doa kita. Kita
berjodoh sama dia. Eh, ketika dijalani kita menyesal. Menyesal karena sifatnya
tidak sebaik yang kita duga.”
Saya menganggukkan kepala mencoba
menyerap apa yang dia katakan. Iya ya? Pikir
saya dalam hati. Lalu dia bilang lagi.

