Monday, 25 August 2014

Menyebut Namanya

Suatu hari, saya berbincang dengan salah satu sahabat saya. Obrolan kami ketika itu cukup menarik. Tentang menyebutkan nama seseorang dalam doa kita. Bersimpuh pada-Nya agar dijodohkan dengan dia. Apa kata sahabatku?

“Kita boleh aja nyebut namanya di doa kita. Berharap dia jodoh kita. Tapi, apa kita benar-benar telah mengenalnya? Jangan-jangan dia sifatnya jelek. Lalu Allah mengabulkan doa kita. Kita berjodoh sama dia. Eh, ketika dijalani kita menyesal. Menyesal karena sifatnya tidak sebaik yang kita duga.”

Saya menganggukkan kepala mencoba menyerap apa yang dia katakan. Iya ya? Pikir saya dalam hati. Lalu dia bilang lagi.

Monday, 11 August 2014

Best Friend Series #1

Di setiap masa dalam hidup, kita akan selalu mengalami dua hal; pertemuan dan perpisahan. Bertemu seseorang yang baru, menjadi teman, sahabat, lalu berpisah, bertemu seseorang yang baru lagi, berteman, bersahabat, lalu berpisah, selalu begitu. Ah, aku benci kata P E R P I S A H A N. Tapi, seharusnya meski telah berpisah dan bertemu dengan teman baru, sahabat lama tetaplah sahabat, ‘kan? Ya, seharusnya.

Setelah bulan Mei, selalu disusul dengan bulan Juni. Tak pernah terpisah. Begitu pun aku dengan salah seorang sahabatku yang akan kuceritakan kepada kalian. Iya, dia lahir di bulan Mei, aku lahir di bulan Juni. Kami memang tak pernah terpisah waktu SMP dulu. Sama seperti sahabatku yang kuceritakan lebih dulu, aku dan sahabat perempuanku ini selalu satu kelas sejak kelas VII sampai kelas IX. Dia sahabatku yang sangat cerdas. Sudah kuberitahu kan, kalau sahabat-sahabatku di SMP itu cerdas-cerdas? Termasuk dia.