Menikah. Dulu, ketika kelas XII, aku
selalu antusias jika di mata pelajaran agama membahas tentang menikah. Bukan
hanya aku, rasanya semua teman antusias. Dari yang sebelumnya ngantuk jika belajar
Agama, tiba-tiba menjadi begitu semangat jika memasuki bab tentang pernikahan. Aku bahkan sempat mengajukan sebuah pertanyaan retorik, "kenapa nggak ada ujian praktek pernikahan?"
Itu dua tahun yang lalu, ketika usiaku
masih delapan belas. Ketika itu aku berkhayal bisa menikah di usia dua puluh.
Kemudian langsung mengandung. Aku ingin memiliki anak di usia muda. Aku ingin jarak usiaku
dan anakku kelak tidak begitu jauh. Agar hubungan kami tidak kaku, bahkan bisa
menjadi seperti sahabat. Aku terinspirasi dari mamaku. Beliau masih sangat
muda. Jika baru melihatnya, pasti mengira jika beliau adalah kakakku. Ya, dulu
aku ingin sekali menikah muda.