Thursday, 20 November 2014

Love in Silence #1

Intan

Hari ini aku kembali kuliah setelah kemarin tidak masuk karena sakit. Keadaan di kampus masih sama, datar, nggak ada hal yang special selain ilmu dan mungkin dia. Dia yang entah sejak kapan aku mulai menambahkannya sebagai penyemangat untukku berkuliah. Dia yang entah dengan cara apa membuatku ingin selalu melihat wajahnya, meski dengan cara harus curi-curi pandang. Diam-diam aku mulai menaruh harap kepadanya.

Wednesday, 12 November 2014

Komitmen

Menikah. Dulu, ketika kelas XII, aku selalu antusias jika di mata pelajaran agama membahas tentang menikah. Bukan hanya aku, rasanya semua teman antusias. Dari yang sebelumnya ngantuk jika belajar Agama, tiba-tiba menjadi begitu semangat jika memasuki bab tentang pernikahan. Aku bahkan sempat mengajukan sebuah pertanyaan retorik, "kenapa nggak ada ujian praktek pernikahan?"

Itu dua tahun yang lalu, ketika usiaku masih delapan belas. Ketika itu aku berkhayal bisa menikah di usia dua puluh. Kemudian langsung mengandung. Aku ingin memiliki anak di usia muda. Aku ingin jarak usiaku dan anakku kelak tidak begitu jauh. Agar hubungan kami tidak kaku, bahkan bisa menjadi seperti sahabat. Aku terinspirasi dari mamaku. Beliau masih sangat muda. Jika baru melihatnya, pasti mengira jika beliau adalah kakakku. Ya, dulu aku ingin sekali menikah muda.