Wednesday, 12 November 2014

Komitmen

Menikah. Dulu, ketika kelas XII, aku selalu antusias jika di mata pelajaran agama membahas tentang menikah. Bukan hanya aku, rasanya semua teman antusias. Dari yang sebelumnya ngantuk jika belajar Agama, tiba-tiba menjadi begitu semangat jika memasuki bab tentang pernikahan. Aku bahkan sempat mengajukan sebuah pertanyaan retorik, "kenapa nggak ada ujian praktek pernikahan?"

Itu dua tahun yang lalu, ketika usiaku masih delapan belas. Ketika itu aku berkhayal bisa menikah di usia dua puluh. Kemudian langsung mengandung. Aku ingin memiliki anak di usia muda. Aku ingin jarak usiaku dan anakku kelak tidak begitu jauh. Agar hubungan kami tidak kaku, bahkan bisa menjadi seperti sahabat. Aku terinspirasi dari mamaku. Beliau masih sangat muda. Jika baru melihatnya, pasti mengira jika beliau adalah kakakku. Ya, dulu aku ingin sekali menikah muda.
Sekarang usiaku dua puluh. Masih sering senyum-senyum sendiri jika ada yang membahas tentang pernikahan. Masih ada desiran rindu akan memiliki pasangan. Masih sedikit iri jika melihat pasangan suami istri muda yang begitu mesra. Tapi, jika ditanya apa aku siap menikah? Rasa antusiasku tidak seperti dulu.

Di tahun ini, tiba-tiba aku takut dengan sesuatu yang bernama komitmen dan menikah merupakan suatu komitmen yang paling tinggi dari sebuah hubungan. Ya, takut merupakan salah satu alasan selain karena aku sekarang masih kuliah dan  memang aku masih belum memiliki pasangan alias jomblo. Tiba-tiba aku menjadi takut untuk memulai suatu hubungan. Aku ingin bersama dia yang segala sesuatu tentangku, tentang impianku, keluargaku kuceritakan kepadanya. Tapi, adakah dia yang mau menerimaku? Adakah dia yang mau untuk aku berbagi dunia bersamanya? Menyayangi, bukan hanya aku, tetapi juga keluargaku? Adakah dia yang… hhh, lelah jika aku harus menulis beribu pertanyaan yang sering muncul di benakku. Entahlah, kenapa menjadi minder seperti itu? 

Aku harap, dia, my Mr. Right akan segera datang di waktu  dan cara yang tepat. Meruntuhkan segala keraguan dan ketakutanku. Dia akan datang dengan ketulusan, kesederhanaan dan janji kebahagiaan. Aamiin.

No comments:

Post a Comment

Thank you for reading my post :)