Thursday, 5 November 2015

Proposal (?)

Mungkin bermula dari seorang teman sekelas – yang entah kenapa tiba-tiba mengatakan selamat karena aku akan menikah. Itu hanya candaan, tentunya. Aku pun menanggapinya dengan hanya tertawa, sambil mengamini dalam hati. Lalu tiba-tiba seorang teman sekelas lainnya mengatakan kalau dia mau mengenalkanku ke teman sekantornya, seorang laki-laki yang memang ingin mencari istri. Aku juga menanggapi ini dengan hanya tertawa. Aku pikir temanku itu hanya bercanda, tapi makin kesini kok makin serius?


Tentang laki-laki itu, temanku bilang dia baik, sholeh, rajin ibadah. Aku sempat cerita ke mamah tentang ini, tentunya dengan nada bercanda. Mamah bilang, “Kenapa nggak? Siapa tahu jodoh.” Aku juga cerita ke sahabat terdekatku, dia bilang, “Kalau memang dia baik, sholeh, kenapa nggak? Bisa jadi itu cara Allah untuk mensolehahkanmu.” Perkataan mereka memang benar. Lagipula aku juga jomblo. Tidak ingin berpacaran, ingin kelak langsung menikah. Tapi, seseorang yang jomblo belum tentu hatinya juga jomblo, 'kan?

Semenjak temanku mengatakan ingin 'mencomblangkan' kami, aku memang menanggapinya dengan tertawa, menganggapnya bercanda, tapi bukan berarti tidak terlintas angan-angan tentang pernikahan. Aku sempat sedikit berkhayal bagaimana jika aku menikah nanti. Tapi, lagi dan lagi aku merasa belum siap untuk menikah. Aku merasa belum pantas untuk laki-laki--yang kata temanku--sangat sholeh itu. Aneh sekali rasanya, karena aku sering sekali envy melihat pasangan muda yang berbahagia, tapi merasa tidak siap jika aku sendiri yang menikah.


Aku sudah pernah menulis tentang ini di postingan sebelumnya. Siapa yang tidak ingin menikah? Wanita mana yang tidak ingin menikah? Semua ingin. Aku pun ingin menikah. Aku ingin menikah dengan seseorang yang benar-benar menyayangiku dan aku pun manyayanginya. Aku ingin menikah dengan seseorang yang tidak hanya menjadikanku sebatas istri, tapi juga sebagai teman diskusi. Aku ingin menikah dengan seseorang yang akan selalu dan terus membuatku bahagia. Dan aku pun akan selalu dan terus berusaha membuatnya bahagia. Tapi untuk saat ini aku merasa belum siap untuk menikah pun tidak juga menutup kemungkinan bagi yang memang ingin serius. Tapi... entahlah.. aku hanya merasa belum siap untuk menikah. Apa karena hati ini masih tertambat ke seseorang ya?

Pada akhirnya...tidak ada kesimpulan dari postingan ini.

No comments:

Post a Comment

Thank you for reading my post :)