Saturday, 28 November 2015

Khayalan 'Absurd'


For some absurd reason, aku kadang berkhayal kelak aku akan mengatakan kata “Kamu telat” ke seseorang sambil menatap matanya dengan raut wajah yang sulit ditebak. Bukan. Bukan ke seseorang yang telah buat janji untuk menonton bersama, namun telat datang. Bukan juga untuk pasangan yang telat pulang ke rumah. Atau ke seseorang yang lupa sehingga telat memberikan ucapan happy anniversary. Bukan itu semua. Tapi lebih kepada seseorang yang aku diam-diam menunggunya untuk waktu yang cukup lama. Diam-diam menyayanginya. Diam-diam mendoakannya, memperhatikannya, bahkan memberikan tanda, namun tidak juga terbaca olehnya apalagi terbalas.

Aku kadang berkhayal, di suatu hari tanpa nama, kelak dia datang. Tiba-tiba muncul dan duduk di hadapanku. Tersenyum dengan senyuman khasnya, menyapa, lalu aku akan tersenyum dan merasa sangat senang karena bisa bertemu dengan teman lama, namun juga kecewa. Kami mengobrol cukup panjang diselingi tawa. Lalu kemudian dia memberikan tanda dan aku akan speechless sejenak lalu tersenyum, tentu dalam pengertian yang berbeda. Diam-diam ingin rasanya bertanya kenapa baru datang sekarang? kemana aja selama ini? Mengapa datang justru disaat aku sudah move on? Namun justru kata yang aku ucapkan hanya dua kata: “Kamu telat” sambil tersenyum dan menatapnya dalam. Lalu aku berdiri, pamit, kemudian berlalu. *drama banget ya?*

Apa kalian, yang pernah bahkan sedang menunggu seseorang dalam diam, pernah berkhayal tentang hal yang sama? Tapi, lagi-lagi, di lain sisi, bukan salah orang itu jika kita diam-diam menunggunya bahkan untuk waktu yang cukup lama namun dia tidak pernah datang. Dia bahkan tidak pernah tahu bahwa ada seseorang yang diam-diam menunggunya. Tidak tahu mengapa kita menunggunya, jadi bagaimana dia akan datang? Dan juga, tidak salah jika menyayangi seseorang diam-diam. Bukankah setiap rasa, baik diungkapkan maupun tidak, adalah spesial? Tidak semua kisah cinta dalam diam akan selamanya berakhir menjadi one-sided love, 'kok. Ada juga yang justru berakhir indah karena kesabaran. Awalnya memang sulit, lama-lama akan terbiasa, bahkan terlatih. Asal bukan terlatih patah hati, ya?

Salam buat kamu,
Nam

No comments:

Post a Comment

Thank you for reading my post :)