
For some absurd reason, aku kadang berkhayal kelak aku akan mengatakan kata “Kamu telat” ke seseorang sambil
menatap matanya dengan raut wajah yang sulit ditebak. Bukan. Bukan ke seseorang
yang telah buat janji untuk menonton bersama, namun telat datang. Bukan juga
untuk pasangan yang telat pulang ke rumah. Atau ke seseorang yang lupa sehingga
telat memberikan ucapan happy
anniversary. Bukan itu semua. Tapi lebih kepada seseorang yang aku diam-diam
menunggunya untuk waktu yang cukup lama. Diam-diam menyayanginya. Diam-diam
mendoakannya, memperhatikannya, bahkan memberikan tanda, namun tidak juga terbaca
olehnya apalagi terbalas.
Aku kadang
berkhayal, di
suatu hari tanpa nama, kelak dia datang.
Tiba-tiba muncul dan duduk di hadapanku. Tersenyum dengan senyuman khasnya, menyapa,
lalu aku akan tersenyum dan merasa sangat senang karena bisa bertemu dengan teman
lama, namun juga kecewa. Kami mengobrol cukup panjang diselingi tawa. Lalu
kemudian dia memberikan tanda dan aku akan speechless
sejenak lalu tersenyum, tentu dalam pengertian yang berbeda. Diam-diam ingin
rasanya bertanya kenapa baru datang
sekarang? kemana aja selama ini? Mengapa datang justru disaat aku sudah move on?
Namun justru kata yang aku ucapkan hanya dua kata: “Kamu telat” sambil tersenyum
dan menatapnya dalam. Lalu aku berdiri, pamit, kemudian berlalu. *drama banget ya?*
Apa kalian, yang pernah bahkan sedang menunggu seseorang dalam diam, pernah berkhayal tentang hal yang sama? Tapi, lagi-lagi, di lain sisi, bukan
salah orang itu jika kita diam-diam menunggunya bahkan untuk waktu yang cukup
lama namun dia tidak pernah datang. Dia bahkan tidak pernah tahu bahwa ada
seseorang yang diam-diam menunggunya. Tidak tahu mengapa kita menunggunya, jadi
bagaimana dia akan datang? Dan juga, tidak salah jika menyayangi seseorang
diam-diam. Bukankah setiap rasa, baik diungkapkan maupun tidak, adalah spesial? Tidak semua kisah cinta dalam diam akan selamanya berakhir menjadi one-sided love, 'kok. Ada juga yang justru berakhir indah karena kesabaran. Awalnya memang sulit, lama-lama akan terbiasa, bahkan terlatih. Asal bukan terlatih patah hati, ya?
Salam
buat kamu,
Nam
No comments:
Post a Comment
Thank you for reading my post :)