Friday, 16 September 2016

Cant We?



"Maaf, orang itu bukan kamu"

Aku takut suatu hati nanti aku akan mengatakan hal itu ke kamu. Aku takut, karena telah lama menunggu rasaku ke kamu menjadi pudar. Aku takut kamu datang terlambat. Aku takut seiring berjalan waktu, di saat aku sendiri, tiba tiba tanpa aku sadari, ada orang lain yang mengisi hati ini selain kamu.

"Kamu dimana?"

Itu pertanyaan yang kadang-kadang tanpa sadar kuucapkan dalam hati. Itu pertanyaan yang terlintas setiap kali aku melewati jalan yang mungkin sering kamu lalui. Sulit sekali melacak keberadaanmu. Bayangmu pun sudah lama tak bisa kujamah. Semakin lama sosokmu semakin abu abu.

Thursday, 2 June 2016

Aku Hanya Perlu Didengarkan

listen
“Aku hanya perlu didengarkan”

Apa kamu pernah bermonolog seperti itu? Dalam diam, dalam kesunyian dan kepenatan, kamu berharap ada orang—yang meski hanya satu orang saja—mau mendengarkan kisahmu. Dari hal bahagia yang ingin kamu bagikan hingga keresahanmu. Atau mungkin kamu pernah saat asik mengobrol dengan orang-orang yang kamu anggap sahabat, kamu begitu asik dan bahkan sangat dengan senang hati mendengarkan kisah mereka, namun saat giliranmu ingin bercerita, tidak ada yang ingin mendengarkanmu. Jangankan bercerita panjang lebar, untuk memberikan pendapat singkat saja kamu tidak bisa. Bukan karena kamu tidak memiliki pendapat sehingga kamu tidak bisa berpendapat, namun suaramu kalah nyaring dengan suara mereka. Atau mungkin kamu pernah, di saat semua temanmu diam, kamu ingin sekali bercerita, namun mereka teralu sibuk dengan urusan masing-masing hingga—tanpa sengaja—mengabaikanmu.