Wednesday, 29 August 2018

Hujan. Kamu.

Pinterest

Been thinking of you, a lot, these past days. And this sound of heavy rain makes me miss you even more.

Friday, 16 September 2016

Cant We?



"Maaf, orang itu bukan kamu"

Aku takut suatu hati nanti aku akan mengatakan hal itu ke kamu. Aku takut, karena telah lama menunggu rasaku ke kamu menjadi pudar. Aku takut kamu datang terlambat. Aku takut seiring berjalan waktu, di saat aku sendiri, tiba tiba tanpa aku sadari, ada orang lain yang mengisi hati ini selain kamu.

"Kamu dimana?"

Itu pertanyaan yang kadang-kadang tanpa sadar kuucapkan dalam hati. Itu pertanyaan yang terlintas setiap kali aku melewati jalan yang mungkin sering kamu lalui. Sulit sekali melacak keberadaanmu. Bayangmu pun sudah lama tak bisa kujamah. Semakin lama sosokmu semakin abu abu.

Thursday, 2 June 2016

Aku Hanya Perlu Didengarkan

listen
“Aku hanya perlu didengarkan”

Apa kamu pernah bermonolog seperti itu? Dalam diam, dalam kesunyian dan kepenatan, kamu berharap ada orang—yang meski hanya satu orang saja—mau mendengarkan kisahmu. Dari hal bahagia yang ingin kamu bagikan hingga keresahanmu. Atau mungkin kamu pernah saat asik mengobrol dengan orang-orang yang kamu anggap sahabat, kamu begitu asik dan bahkan sangat dengan senang hati mendengarkan kisah mereka, namun saat giliranmu ingin bercerita, tidak ada yang ingin mendengarkanmu. Jangankan bercerita panjang lebar, untuk memberikan pendapat singkat saja kamu tidak bisa. Bukan karena kamu tidak memiliki pendapat sehingga kamu tidak bisa berpendapat, namun suaramu kalah nyaring dengan suara mereka. Atau mungkin kamu pernah, di saat semua temanmu diam, kamu ingin sekali bercerita, namun mereka teralu sibuk dengan urusan masing-masing hingga—tanpa sengaja—mengabaikanmu.

Saturday, 28 November 2015

Khayalan 'Absurd'


For some absurd reason, aku kadang berkhayal kelak aku akan mengatakan kata “Kamu telat” ke seseorang sambil menatap matanya dengan raut wajah yang sulit ditebak. Bukan. Bukan ke seseorang yang telah buat janji untuk menonton bersama, namun telat datang. Bukan juga untuk pasangan yang telat pulang ke rumah. Atau ke seseorang yang lupa sehingga telat memberikan ucapan happy anniversary. Bukan itu semua. Tapi lebih kepada seseorang yang aku diam-diam menunggunya untuk waktu yang cukup lama. Diam-diam menyayanginya. Diam-diam mendoakannya, memperhatikannya, bahkan memberikan tanda, namun tidak juga terbaca olehnya apalagi terbalas.

Sunday, 15 November 2015

Pray For ...

Kemarin Saya juga sempat ngetwit dengan tagar PrayForParis. Bukan. Saya bukan ingin mendoakan Paris atas tragedi yang terjadi. Tentu saja Saya juga prihatin atas apa yang menimpa kota yang banyak orang bilang sebagai salah satu kota terindah di dunia itu. Tapi lebih kepada Saya ingin memberi tagar itu agar dibaca oleh semua orang yang lagi dan lagi mengkambinghitamkan Islam. Apa salah agama Kami hingga setiap ada tragedi serupa selalu saja disalahkan? Rasanya sedikit gerah melihat gimana sikap pilih kasih media dalam menyajikan berita. Media selalu saja ramai ketika ada pemberitaan yang menyudutkan Islam. Apa maksudnya?