Wednesday, 24 October 2012

Dalam Sendiri


Dalam sendiri, ku berkhayal. Di Suatu hari tanpa nama, di tempat yang begitu indah, kita bertemu kembali. Wajahmu masih sama seperti dulu, sendu dengan tatapan sedikit genit, ciri khasmu. Kulitmu pun tidak berubah, masih putih dan begitu bersih dari wajah hingga telapak kaki. Iya, aku ingat kamu pernah bilang kalau kamu adalah keturunan China. Posturmu? Jangan ditanya. Dulu biasanya aku harus sedikit menengadah ke atas untuk melihatmu, kali ini, mungkin aku harus lebih menengadah lagi. Bagaimana tidak, badanmu tinggi menjulang.
Semoga itu bukan sekedar khayalan. Kita akan bertemu lagi. Di suatu hari yang indah. Aamiin.

Dalam sendiri, ku berpikir. Kadang kala, ada saatnya kamu merasa tersisihkan dari sekitarmu. Bukan karena kamu berbuat salah, lalu mereka menjauhimu. Namun lebih kepada kamu sendiri yang merasa jauh dari mereka. Sehingga perlahan rasa itu menguasaimu dan membuatmu semakin jauh dari sekitarmu. Dan pada akhirnya, kamu sendiri. Sepi.

Dalam sendiri, ku merenung. Kadang kala pula, kita memang membutuhkan SEPI. Karena sepi tidak selalu buruk. Di dalam sepi ada ketenagan. Di dalam sepi kita dapat melihat siapa kita. Di dalam sepi, kita dapat merenungi hal-hal lampau. Yang pasti di dalam sepi ada keindahan bagi orang yang mau berpikir dan mensyukurinya.

Dalam sendiri, ku bertanya. Siapa aku? Mungkin banyak di antara kita yang pernah menanyakannya. Menanyakan tentang diri kita sendiri. Padahal, yang tahu tentang diri adalah diri itu sendiri.

Dalam sendiri, (mungkin) juga ada keindahan. :)

Thursday, 31 May 2012

HUJAN

Kemarin, 30 Mei 2012



Di kamar, saat hujan deras.



      Banyak hal yang kutakutkan di dunia ini. Salah satunya hujan. Sebenarnya aku menyukai hujan. Karena, menurutku, saat hujan terasa ada musik yg bisa membuat tidur menjadi pulas. Aku juga suka gerimis yang kata orang romantis. Tapi, bukankah gerimis biasanya merupakan suatu aba-aba untuk hujan yg lebih deras lagi? Nah, itu yg kutakutkan. Aku takut dengan hujan yg sangat deras, disertai angin kencang, dan diselingi dengan petir yg bersaut-sautan.


     Saat itu terjadi, apalagi di malam hari, aku suka parno. Aku takut saat aku tidur tiba-tiba terasa basah (baca: banjir). Aku takut tsunami tiba-tiba datang (apa hubungan tsunami dengan hujan?). Saat main handphone, tiba-tiba petir memberi kejutan, duarr!, aku takut jadi gosong karena tersambar (naudzubillah). Dan masih banyak pikiran aneh lainnya.




     Kata guru fisika smpku dulu, Balikpapan merupakan kota petir. Nah, kalo petirnya guede banget suaranya. Aku kadang bertanya-tanya, "Ya Allah, apakah engkau sedang marah?". "Kalo emang marah, Engkau marah sama siapa?". "Apakah kepadaku, karena aku sering melalaikan perintahmu?". Yeah, mungkin saja Allah marah. Padaku, atau pada orang lain yg sering melupakan-Nya. Maka, selain menakutkan, hujan juga bisa dijadikan moment untuk introspeksi diri dan memohon ampunnya. :D



     Terlepas dari segala ketakutan, yang utama hujan merupakan berkah. Berkah bagi petani untuk mengairi sawahnya, dan tentunya berkah bagi dunia, bagi kita semua. Berkah itu diberikan ALLAH melalui perantara Malaikat-Nya, Mikail. Hujan merupakan berkah yg tiada tara. Bayangin, kalo di dunia ini gak pernah ujan seminggu aja. Wah, bisa gila kegerahan dan kekeringan. Maka, bersyukurlah. Alhamdulillah. :D

Tetaplah Disana

Cita-cita itu masih menggantung. Entah kapan akan diraih. Ia terlalu tinggi, tinggi! Dengan apa akan meraihnya? Ingin terbang. Namun, sayap-sayapnya belum kuasa membawa tubuh untuk menggapai cita-cita itu.


Cita-cita itu masih menggantung indah di atas sana. Menatap dengan penuh harap seakan berkata, ''kemarilah!Gapailah aku!" dalam hati si punguk ini balas berkata, "sungguh, aku ingin sekali menggapaimu. Tunggulah aku."



Si punguk pun terdiam. Ia tak mau lagi dijuluki "Si Punguk merindukan bulan". Iya terus berpikir dan berpikir. Satu detik, dua detik, satu menit, dua menit. Ah, entah berapa lama dia berpikir. Sampai akhirnya tampak senyuman di wajahnya. Senyum penuh arti. Senyum harap di tengah suasana genting himpitan ekonomi. Senyum optimis. Ia tetap tersenyum. Tak bersuara, namun ku yakin hatinya berteriak, "AKU BISA! CITA-CITA, TETAPLAH DI SANA. JANGAN PERNAH LELAH UNTUK SELALU ADA DI HATIKU, MENJADI PENYEMANGAT SETIAP LANGKAH KAKIKU. TETAPLAH DISANA HINGGA KU SANGGUP UNTUK BENAR-BENAR MERAIHMU!"

D I A M

For someone, wherever you are.

Kamu tau gak gimana sensasi mencintai dalam DIAM?

Ya, mencintai tanpa seorang pun yang tau.
Mencintai untuk dipendam dalam hati.
Mencintai tanpa berharap terlalu banyak agar terbalaskan.

Rasanya beraneka warna.

Indah. Namun, kadang menyesakkan.


Indah, karena cinta itu dititipkan kepada-Nya. Karena hanya Dia yg tau apa yang terbaik untuk diri ini.
Indah, karena tak perlu bersusah-susah memberitahukanmu agar kamu tau. Karena ada Dia Yang Maha Tahu.
Indah, karena menempatkan cinta itu pada tempat yg semestinya, yaitu dalam DIAM. Hanya hati ini dan Allah yg tahu.
Indah, karena tak perlu takut kehilanganmu. Karena tahu bahwa kamu bukan milik ku.

Namun, terkadang ada batu besar yg menyesakkan hati.

Saat rindu menggebu.
Saat hanya bisa memandangmu dari kejauhan.
Saat hanya bisa tertunduk ketika kamu lewat.
Saat lidah ini kaku untuk sekedar menyapamu.
Saat bibir ini tak punya daya untuk sekedar tersenyum kepadamu.
Saat mata ini tak sengaja melihatmu bersama seseorang disana.
Saat semua rasa itu mengepung hati.
Saat semua rasa itu tak mampu lagi dibendung dan ingin diluapkan.

Namun, tertahan oleh rasa yang bernama MALU.


Jadi, tak ada yg mampu untuk dilakukan selain mencintai dalam DIAM. Memberikan perhatian lewat DOA.

Izinkan aku menikmati sensasi cinta ini dalam DIAMku.
Dan biarlah cinta itu kutitipkan pada-Nya, Tuhan Yang Maha Cinta.

Thursday, 29 March 2012

Izinkan Aku Mencintai-Mu

Yaa ALLAH. .
Yaa Rahman, terima kasih atas segalanya yang telah kau berikan padaku. .
Yaa Rahiim, terima kasih telah menyayangiku dengan memberiku orang-orang yg sangat sayang kepadaku. .
Terima kasih untuk segala cintaMU kepadaku. .
.
Jika tak ada lagi orang yang dapat menjadi tempat hamba mengadu, kapada siapa lagi hamba mengadu jika bukan kepadaMU.
Di saat hamba jatuh, genggam tangan hamba dan bangunkan hamba.

Jika hamba tersesat, tunjukan hamba arah mana yg terbaik.
Jika hamba lalai, tegur hamba.
Jika hamba lupa, ingatkan hamba kepadaMU.

Yaa Allah, hamba tau hamba ini hanyalah makhlukmu yg hina.

Namun, izinkan hamba untuk mencintaiMu.
Izinkan aku mencintaimu dengan sederhana.
Sesederhana hambamu ini.
Mencintai seseorang sering membuatku tersiksa.
Namun, mencintaiMU adalah nikmat tak terhingga.
MencintaiMU adalah kesejukan.
MencintaiMU adalah kedamaian.
Izinkan hamba untku selalu dekat dnganMU.
Merasakan indahnya cintaMU.

Terimalah Cinta hambaMU yg hina ini.
Bimbing hamba untuk bisa menjadi hamba yg terbaik di sisiMU.
Teguhkan hamba untuk selalu mencintaiMU dan RasulMU.
Bimbing hamba untuk dapat mencintai seseorang karenaMU.
Beri pula hamba seseorang yg dapat mencintaiku hamba karenaMU.

Aamiin.


Be Happy

Berbahagialah!
Kamu adalah seorang Muslim.
Islam adalah agama yang menjadi anugerah terbesar dari-Nya. Maka berbahagialah. :)

Kamu punya orang tua.

Kamu tidak harus tinggal di panti atau terlantar di jalan raya tanpa orang tua, maka berbahagialah. :)

Fisikmu sempurna.

Di luar sana banyak orang-orang yg tubuhnya cacat. Lihat dirimu, sempurna tanpa kekurangan apapun.
Maka bersyukurlah dan kamu akan bahagia. :)

Kamu bisa bernapas dengan mudah dan gratis. 
Karena masih banyak orang yg harus bernapas dengan bantuan tabung oksigen. Bersyukurlah. :)

Kamu punya banyak teman.

Bayangkan jika di dunia ini kamu hanya sendiri tanpa siapapun yg ingin berteman denganmu. Merasa kesepian dalam keramaian. Maka berbahagialah karena kamu punya banyak teman. Tentunya teman yg selalu mengingatkanmu jika kamu salah, bukan yg mendukungmu hanya untuk mendapatkan simpatimu. :)

Kamu punya mimpi.

Di dunia ini tanpa mimpi dan semangat, kita akan mati.
Bahagialah karena kamu punya mimpi. Yang membuatmu bersemangat untuk mewujudkannya. Yang membuatmu semangat untuk menjalani hidup ini. :)

Kamu punya cinta.

Cinta merupakan anugerah dari-Nya. Cinta merupakan fitrah-Nya. Berbahagialah karena kamu bisa merasakan fitrah itu. :)

Dan masih banyak anugerah-Nya yang patut kamu syukuri. Oleh karena itu, tak ada alasan yang membuat kita untuk tidak BAHAGIA. :)

Tuesday, 27 March 2012

Masa Lalu, Sekarang, dan Masa Depan

Selama kita hidup, pernahkah kita merenung tentang hal-hal yang udah kita lewati, tepatnya MASA LALU? Atau pernahkah kita memikirkan apa dan bagaimana MASA DEPAN kita kelak?

Ada 3 masa yang ku kenal, yaitu Masa Lalu, Masa Sekarang dan Masa Depan.


MASA LALU. Satu detik saja yang sudah berlalu, itu sudah disebut Masa Lalu. Entah itu pahit atau manis, asam atau asin, gurih atau eneg, tumis atau berkuah (nah loh?) hehe. Back to the topic! Eem, sepahit apapun masa lalu, gak ada yang bisa mengubahnya ataupun menghapusnya. Karena, gak akan ada Masa Sekarang tanpa adanya masa Lalu. Begitu juga kalo masa lalu kita lebih membahagiakan dari masa sekarang. Egois jika kita ingin kembali lagi ke masa lalu. Karena, gak semua orang bahagia pada saat itu. Intinya -- bahagia atau tidak -- semua itu sudah berlalu. Tinggal bagaimana kita mau bersyukur dan mengambil pelajaran dari setiap kejadian yang kita alami di masa itu. :)

.
MASA SEKARANG, masa yang saat ini sedang kita alami (dalam Bahasa Inggris disebut Continuous tense :D). Apa dan bagaimana keputusan dan sikap yg kita ambil atau perbuat sekarang, itulah yg akan menentukan Masa Depan kita kelak. Ibarat kate nih yee, kalo loe kagak pengen lulus ya kagak usah belajar! Kalo loe pengen lulus, loe harus belajar giat. Sikap positif yang kita ambil sekarang insya Allah membuat masa depan kita juga positip. Begitupun sebaliknya. :)
.
MASA DEPAN (Future tense) !
Ini nih yang sering kupikirin! Bagaimana masa depanku kelak? Cerah atau suram? Bisakah aku mewujudkan cita-citaku? Bisa gak ya aku membahagiakan orang tuaku? Bagaimana dengn temanku? Jika berpisah, mungkinkah di masa depan akan bertemu kembali? Bagaimana dengan jodohku? Akankah umurku sampai pada masa depan kelak saat cita-citaku terwujud? Dan masih segudang pertanyaan lagi di benakku.
Aku PENASARAN dengan masa depanku. Yang ku lakukan saat ini hanya bisa berusaha, berdoa dan bermimpi. Itu bekalku untuk masa depanku kelak.
Sekali lagi, aku PENASARAN dengan masa depanku

        Terima kasih buat semua yang sudah nyumbangin pelajaran dalam hidupku. Pahit ataupun manis. Sakit ataupun bahagia. Semua itu sangat berarti untuk hidupku.

Say No to Patah Hati



Setiap orang pasti pernah merasakan jatuh cinta pada lawan jenis. Rasanya indaaah banget. Semua terasa manis. Makanan atau minuman sepahit apapun terasa manis. Dipukul pun tak sakit. (Lebay).

Seperti yang udah kita tau, bahwa setiap keputusan yang kita ambil pasti ada konsekuensinya. Sama seperti jatuh cinta. Berani jatuh cinta, berarti harus berani menerima segala resiko, termasuk PATAH HATI.



Patah hati itu apa sih?
Entahlah dari mana asal dua kata yang terdiri dari Sembilan huruf itu. Padahal, kalau dipikir-pikir kan saying banget. Kita Cuma dikaruniakan satu hati oleh Allah. Gak bersyukur banget kalo kita mematahkannya begitu saja. Tapi, percaya atau tidak, aku pernah merasakan perasaan itu, ya PATAH HATI. Ketika patah hati, semua seakan terasa hampa. Hati menjadi remuk, hancur lebur berantakan *bruuk*. Kupikir dalam suasana hati seperti apapun, aku masih bisa makan dengan enak. Ternyata eh ternyata, patah hati membuat nafsu makan hilang entah kemana. Berat badan turun drastis *Alhamdulillah*. Penderitaan gak Cuma sampai di situ. Ketika duduk sendirian di kamar atau di tempat sepi  mana pun bayangan sang Mantan selalu menghantui. Kalian udah bisa nebak kan apa yang terjadi saat itu? Ya, benar! Nangis Bombay dan gak berhenti sampai mata bengkak. Tapi, Alhamdulillah itu gak bertahan lama. Karena aku sadar, aku masih punya Allah, keluarga, dan sahabat yang menyayangiku. :D. aku masih ingat pesan mama saat itu. “Kalau kamu gak punya cita-cita, yaudah gapapa tangisi aja dia sampai kamu sakit, sampai sekolahmu berantakan. Itu pilihanmu. Tapi, kalo kamu punya cita-cita, jangan tangisi lagi. Bangkit! Dia punya jalannya sendiri dan kamu juga.” 
Kata-kata itu tak akan pernah kulupakan.

Sorry, jadi curcol. :D
Back to the topic. Kita semua pasti gak pengen merasakan patah hati. Apalagi kalo patah hati karena dikhianati. Tapi, yasudahlah itu telah terjadi. Sekali lagi, itu konsekuensi yang harus kita terima. Sekarang tinggal gimana kita mau menyikapinya. Kalu iman ciut, alamat pasti langsung bunuh diri. Tapi, kalo iman kita kuat, kita pasti bisa mengambil hikmah dari patah hati itu.
·         1. Terlepas dari ikatan yang tidak membahagiakan.
Kata seorang teman, “Cinta itu bahagia. Kalau kamu selalu bersedih dan terluka, lepaskan saja.”
Saat patah hati, coba kamu renungkan. Waktu kamu pacaran, kamu lebih sering bahagia atau menangis? Kalo jawabannya lebih banyak nangis, bersyukurlah. Allah telah menyelamatkanmu.
·         2. He’s not the best for Me
Lelaki yang benar-benar baik gak akan mengajak kamu untuk pacaran. Dia akan menyimpan perasaannya sampai saatnya tiba menjadikanmua halal untuknya. Apalagi untuk nyakitin kamu. Dia akan berpikir 1000x untuk melakukan itu. Karena dia sadar bahwa wanita itu makhluk yang harus dimuliakan. Sama seperti ibunya.
·         3. Masih banyak yang menyayangi kita
Coba renungin penggalan lagu ini:
“Dunia belum berakhir bila kau putuskan aku, masih banyak temanku di sini menemaniku”
Saat kamu patah hati, bukan berarti kamu sendiri di dunia ini. Lihatlah lebih dekat bahwa kamu masih punya Allah dan banyak orang yang menyayangimu. Mereka akan selalu ada untukmu dan menghiburmu. Lebih sedih mana, kehilanngan pacar yang bukan berarti jodoh kita atau kehilangan orang tua dan semua orang yang menyayangimu? Hayoo!
·         4. Kembali ke jalan-Nya
Mungkin saat kamu pacaran, waktumu lebih banyak tersita untuk si doi dan kamu sering mengabaikan-Nya. Allah itu pencemburu, kawan. Dia gak ingin cinta kita kepada makhluk-Nya lebih besar dibanding kepada-Nya. makanya dia mengambil orang yang kita cintai itu. Semua itu karena Allah menyayangi kita. Semua itu agar kita sadar dan kembali ke jalan-Nya. sadar bahwa hanya Dia-lah Sang Maha Cinta. Cinta-Nya lebih besar dari cinta seorang kekasih. Percayalah!

Udah tau hikmahnya kan? Mungkin teman bisa nambahin sendiri apa aja hikah yang kalian dapat dari patah hati.  Yang harus kita lakukan sekarang adalah besyukur. Bersyukur karena diberi fitrah untuk merasakan cinta. Walaupun pada orang yang tidak tepat. Selain itu, yuk kita membenahi diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Semoga Allah memberikan kita seseorang yang baik pula. Aamiin.
 Allah berfirman dalam Q.s. An-Nur: 26.
Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik pula.”

Ayat di atas adalah janji Allah. Dan janji Allah benar adanya. Percayalah! So, Say no to PATAH HATI.^^