Thursday, 13 March 2014

Kadang, Aku Ingin

Kadang, aku ingin bisa bertemu dengan seseorang di tempat favoritku di suatu hari tanpa nama. Kami saling bertukar senyum, saling menyapa, lalu kami mengobrol santai. Membicarakan banyak hal yang sudah terlewat semenjak kami berpisah. Menanyakan kabar ayah dan ibunya. Apakah mereka baik-baik saja? - meskipun nggak pernah bertemu dengan keduanya. Tapi bagiku itu perlu, karena dia penting bagiku, dan orang tuanya pun juga penting.

Kadang, aku ingin punya pasangan yang disebut 'pacar'. Saling menyapa di media sosial. Memanggilnya "sayang" tanpa memikirkan apakah orang lain akan risih dengan kami. Aku ingin berbagi setiap momentku bersamanya.
Misal mengatakan "tft darl" seperti pasangan lainnya. Aku ingin orang tahu kalau kami sangat bahagia. Kalau aku beruntung bisa bersamanya. Tapi, biarlah itu hanya sebatas ingin. Karena apalah arti kemesraan itu kalau belum halal.


Kadang, aku ingin pergi bersama seseorang. Kencan. Pergi nonton, makan bersama, melihat sunset. Berbagi cerita, impian, canda, apa pun yang membuat kami menjadi pasangan yang bisa saling mendengarkan dengan baik, saling menatap di sela-sela obrolan, lalu akhirnya tertawa bersama. Mengajaknya ke rumah bertemu orang tuaku. Pergi ke rumahnya bertemu orang tuanya. Tapi, biarlah itu kelak kulakukan bersama suamiku :)

Kadang, aku juga ingin mempunyai sahabat laki-laki. Yang membuatku nyaman berbagi keluh kesahku. Bisa diajak untuk bertukar pikiran. Mendebatkan hal apapun, dari soal keluarga, pelajaran, ekonomi, pemerintah, hiburan, sampai masalah cinta. Sahabat yang kelak menjadi  pasanganku. Yah, karena tersugesti kata-kata Bang Darwis Tere Liye, "Cinta adalah persahabatan, semakin kita mengenalnya, semakin kita mencintainya.". Aku ingin dilamar dengan cara yang tak biasa, misal "kita kan udah kenal lama, daripada kita pacaran buang-buang waktu, mending nikah aja yok." Nggak romantis ya? Ya, dan lagi, itu hanya khayalanku. :)

Kadang, aku juga berkhayal, kelak aku ingin punya suami yang - kalo kata Cherry Belle - istimewa. Aneh? Nggak tuh. Pasangan kita memang harus istimewa kan? Setidaknya dimata kita. Memanggilnya "suamiku sayang" sambil tersenyum penuh cinta ke arahnya. Mendengarnya memanggilku, "Istriku sayang" sambil tersenyum penuh cinta ke arahku. Aku ingin membangun rumah impian bersamanya, tidak terlalu besar. Kecil saja, namun bertingkat dua. Di lantai dua itu aku ingin ada balkon, biar biasa memandang bintang bersamanya, sambil ngeteh dan ngobrol ringan. Aku ingin menjadi istri sekaligus sahabat untuknya. Mendengar segala ceritanya, berdebat (positif), mendukungnya, mendampinginya dalam keadaan sulit sekalipun.

Ya, aku ingin..

No comments:

Post a Comment

Thank you for reading my post :)