“Mulai saat ini, latih dirimu untuk tidak terlalu
banyak bicara. Seberapa pun kamu ingin bercerita. Seberapa pun kamu ingin
berkomentar—karena merasa ada yang salah. Seberapa pun kamu ingin didengarkan.
Biasakan untuk berbicara sekedarnya saja. Ada hal-hal yang lebih baik jika kamu
hanya diam. Abaikan perasaanmu, utamakan perasaan mereka. Tahan, jangan sampai
ada yang terluka. Jika pun ada, cukup itu kamu saja. Menangis, menangislah
sendiri. Jangan biarkan mereka tahu. Mengerti, mulailah lebih mengerti dari
sekarang, tak peduli seberapa pun sulitnya.” —Sajak monologku pada diri sendiri.
***