
For some absurd reason, aku kadang berkhayal kelak aku akan mengatakan kata “Kamu telat” ke seseorang sambil
menatap matanya dengan raut wajah yang sulit ditebak. Bukan. Bukan ke seseorang
yang telah buat janji untuk menonton bersama, namun telat datang. Bukan juga
untuk pasangan yang telat pulang ke rumah. Atau ke seseorang yang lupa sehingga
telat memberikan ucapan happy
anniversary. Bukan itu semua. Tapi lebih kepada seseorang yang aku diam-diam
menunggunya untuk waktu yang cukup lama. Diam-diam menyayanginya. Diam-diam
mendoakannya, memperhatikannya, bahkan memberikan tanda, namun tidak juga terbaca
olehnya apalagi terbalas.


