Saturday, 28 November 2015

Khayalan 'Absurd'


For some absurd reason, aku kadang berkhayal kelak aku akan mengatakan kata “Kamu telat” ke seseorang sambil menatap matanya dengan raut wajah yang sulit ditebak. Bukan. Bukan ke seseorang yang telah buat janji untuk menonton bersama, namun telat datang. Bukan juga untuk pasangan yang telat pulang ke rumah. Atau ke seseorang yang lupa sehingga telat memberikan ucapan happy anniversary. Bukan itu semua. Tapi lebih kepada seseorang yang aku diam-diam menunggunya untuk waktu yang cukup lama. Diam-diam menyayanginya. Diam-diam mendoakannya, memperhatikannya, bahkan memberikan tanda, namun tidak juga terbaca olehnya apalagi terbalas.

Sunday, 15 November 2015

Pray For ...

Kemarin Saya juga sempat ngetwit dengan tagar PrayForParis. Bukan. Saya bukan ingin mendoakan Paris atas tragedi yang terjadi. Tentu saja Saya juga prihatin atas apa yang menimpa kota yang banyak orang bilang sebagai salah satu kota terindah di dunia itu. Tapi lebih kepada Saya ingin memberi tagar itu agar dibaca oleh semua orang yang lagi dan lagi mengkambinghitamkan Islam. Apa salah agama Kami hingga setiap ada tragedi serupa selalu saja disalahkan? Rasanya sedikit gerah melihat gimana sikap pilih kasih media dalam menyajikan berita. Media selalu saja ramai ketika ada pemberitaan yang menyudutkan Islam. Apa maksudnya?

Thursday, 5 November 2015

Proposal (?)

Mungkin bermula dari seorang teman sekelas – yang entah kenapa tiba-tiba mengatakan selamat karena aku akan menikah. Itu hanya candaan, tentunya. Aku pun menanggapinya dengan hanya tertawa, sambil mengamini dalam hati. Lalu tiba-tiba seorang teman sekelas lainnya mengatakan kalau dia mau mengenalkanku ke teman sekantornya, seorang laki-laki yang memang ingin mencari istri. Aku juga menanggapi ini dengan hanya tertawa. Aku pikir temanku itu hanya bercanda, tapi makin kesini kok makin serius?

Sunday, 4 October 2015

Aku Ingin Bersama Dia

"Aku ingin bersama dia yang benar-benar tulus menyayangiku."

Apa kalian sering mendengar pertanyaan ini: "Lelaki seperti apa yang kamu inginkan untuk mendampingimu?" atau "Apa tipe pria idamanmu?"? Kalau sudah ditanya tentang itu, pasti langsung dijawab dengan segala hal yang ada di kepala. Mulai dari tinggi, putih, ganteng, manis, baik, dan sebagainya.

Kalau kamu menanyakan hal itu ke aku, maka jawabanku adalah:

Saturday, 28 February 2015

More than Just a Drama (?)

Berbicara tentang cinta… Em, apa itu cinta? Bagiku, cinta itu adalah cinta. Aku rasa aku tidak perlu mendeskripsikannya. Yang pasti, aku selalu tertarik tentang segala hal tentang cinta. Contohnya saja, aku sangat suka menonton film atau drama romantis. Tidak sedikit sahabatku mengejekku karena itu. Ya, karena banyak dari mereka lebih menyukai film horor daripada drama romantis. Mengapa aku menyukai drama romantis? Karena di dalamnya, aku menjadi percaya bahwa lelaki yang mencintai dengan tulus itu masih ada. Ya, meskipun belum menemukan, tapi setidaknya dengan percaya, ada sedikit sensasi menyenangkan di hati. Ada sedikit harap.

Wednesday, 4 February 2015

Berlari (Lagi)

“Apa impianmu?”

Tanyamu sambil memandang deru ombak sore itu. Iya, sore itu aku dan kamu sedang duduk di tepi pantai—kebiasaan kita. Duduk sambil menunggu sunset.

“Berlari.”

Jawabku dengan senyum—yang entah aku sendiri bingung mengapa aku tersenyum. Bagaimana aku tidak bingung? Aku sudah beberapa hari ini selalu murung. Seperti kehilangan arah. Aku, yang sudah lama sekali menyimpan semua sesak di hatiku. Hingga kamu datang. Entah bagaimana caranya, kamu membuatku berani mengeluarkan isi hatiku.